A. Penyakit Menular Seksual
Peyakit Menular Seksual
(PMS) merupakan penyakit yang menular
melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual ini akan lebih beresiko bila
melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
Pada laki-laki gejala
lebih mudah dikenali/dirasakan. Sedangkan pada wanita, sebagian besar tanpa
gejala sehingga cenderung tidak mencari pengobatan, dan menjadi sumber
penularan penyakit menular seksual.
Apa
saja jenis PMS yang banyak ditemukan?
jAda
banyak macam penyakit yang bisa digolongkan sebagai penyakit menular seksual.
Tetapi PMS yang banyak ditemukan di Indonesia saat ini adalah :
1.
Gonore (GO)
Penyakit yang disebabkan
bakteri Neisseria gonorrheae, masa
inkubasi atau masa tunasnya 2-10 hari sesudah kuman masuk ke tubuh melalui
hubungan seks.
Gejala dan tanda-tandanya
pada wanita:
a. Terdapat keputihan (cairan vagina) kental,
berwarna kekuningan.
b. Rasa nyeri di rongga panggul.
c. Dapat juga tanpa gejala.
Komplikasi
yang mungkin terjadi adalah : Penyakit radang panggul, kemungkinan kemandulan,
infeksi mata pada bayi yang baru lahir yang dapat menyebabkan kebutuhan,
memudahkan penularan HIV.
2.
SIFILIS (Raja Singa)
Penyakit yang disebabkan
kuman Treponema pallidium. Masa ini
inkubasinya atau masa tunasnya 2-6 minggu, kadang-kadang sampai 3 bulan sesudah
kuman masuk kedalam tubuh melalui hubungan seks. Setelah itu beberapa tahun
dapat berlalu tanpa gejala.
Gejalanya berupa infeksi
kronis dan sistemik dengan tiga tahap:
a. Primer
Luka pada kemaluan tanpa rasa nyeri,
biasanya tunggal.
b. Sekunder
Bintil/bercak merah di tubuh. Masa laten
tanpa gejala klinis yang jelas.
c. Tersier
Kelainan saraf, jantung, pembuluh darah
dan/kulit
Komplikasi yang mungkin
timbul :
a. Jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan
berat pada otak dan jantung.
b. Selama masa kehamilan dapat ditularkan pada
bayi dalam kandungan dan dapat menyebabkan keguguran dana atau lahir cacat.
c. Memudahkan penularan infeksi HIV